Dalam rangka menyambut hari lahir 1 abad (HUT ke-100) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Dewan Pengurus Daerah (DPD) Keuskupan Atambua menggelar serangkaian kegiatan.
Salah satu kegiatan utama adalah seminar yang diikuti oleh perempuan dari berbagai organisasi wanita di Kabupaten Belu dan semua organisasi WKRI dari empat dekenat di 3 kabupaten yaitu Dekenat Belu, Dekenat Kefamenanu, Dekenat Malaka dan Dekenat Mena.
"Mengingat organisasi ini berada dalam lingkup Keuskupan Atambua, kami meminta setiap cabang di 14 paroki untuk mengirimkan anggota sesuai minat dan waktu yang tersedia," ujar Anggota Presidium 1 DPD WKRI Keuskupan Atambua, Agustina Asa, Sabtu (22/6/2923).
Dijelaskan, seminar yang diadakan kemarin dihadiri sekitar 115 peserta, termasuk dari organisasi wanita Islam, Hindu dari Bhayangkari, serta ormas Katolik lainnya seperti Pemuda Katolik.
Dikatakan, kegiatan hari ini dilanjutkan dengan jalan santai yang diberangkatkan dengan pembukaan pameran ekonomi kreatif oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Belu. Selesai itu dilanjutkan dengan penjualan 2 ton beras murah kerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Belu serta Bulog Atambua.
"Penjualan Beras ini menggunakan kupon. Awalnya kami merencanakan 2.000 kupon, tetapi ternyata permintaan meningkat menjadi 3.000 kupon. Kami berharap Dinas Pertanian dan Bulog dapat membantu untuk melanjutkan pembagian beras," terang Agustina.
Lebih lanjut, Panitia HUT ke-100 WKRI DPD Keuskupan Atambua akan melaksanakan sarasehan pada hari Minggu 23 Juni 2024, Bertempat Gereja Katedral Atambua. "Kegiatan ini akan berlangsung seusai misa yang akan dipimpin oleh Bapak Uskup Keuskupan Atambua," sebut Agustina.
Dijelaskan, sarasehan ini bertujuan untuk merefleksikan semua kegiatan WKRI di Tingkat Keuskupan Atambua serta menilai perkembangan organisasi ini.
"Kami berharap sesuai dengan selogan WKRI yang harus lahir kembali semakin berarti untuk banyak orang, sehingga ke depan semoga WKRI di Keuskupan Atambua semakin dikenal oleh masyarakat tentang visi dan misi organisasi ini," pinta Agustina.
Menurut dia, visi dan misi WKRI lebih banyak berfokus untuk membantu kaum muda, menghadirkan mereka dalam organisasi masyarakat ini, dan menjadi organisasi sosial yang mandiri.
Organisasi ini bekerja sama dengan pemerintah dan gereja, untuk membantu masyarakat dalam berbagai hal, terutama kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang, stunting san hal-hal urgen lainnya.
"Selain bekerja sama Pemerintah, organisasi ini juga berkolaborasi dengan semua organisasi yang ada di Kabupaten Belu, Malaka, maupun Kabupaten Timor Tengah Utara," tutup Agustina.
Sumber: Katantt.com
