Albertus Gregory Tan (lahir 8 April 1990) adalah seorang tokoh muda Katolik Indonesia yang dikenal karena komitmennya dalam pelayanan dan aksi solidaritas bagi Gereja Katolik di seluruh pelosok Nusantara. Ia populer karena pendirian gerakan sosial yang telah membantu membangun puluhan hingga ratusan gereja di daerah-daerah yang membutuhkan serta menjadi inspirasi banyak orang muda Katolik untuk berperan dalam karya nyata bagi sesama.
Perjalanan Hidup dan Awal Panggilan
Greg, sapaan akrabnya, tumbuh di lingkungan keluarga Katolik di Jakarta. Ia menempuh pendidikan di sekolah Katolik seperti SD Santa Ursula dan SMP Santo Bellarminus sebelum kemudian melanjutkan ke Universitas Indonesia, jurusan Ilmu Administrasi Publik. Setelah lulus, ia bekerja di sebuah perbankan namun tetap aktif dalam pelayanan sosial dan komunitas Gereja.
Panggilan untuk menolong sesama muncul setelah Greg berkunjung ke sebuah gereja di Sorkam, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, di mana ia melihat kondisi gedung gereja yang sangat sederhana dan kurang layak untuk ibadah. Pengalaman ini menjadi titik balik dalam hidupnya: ia merasa terpanggil untuk melakukan sesuatu bagi Gereja dan umat di daerah terpencil.
Gerakan Peduli Gereja dan Yayasan Vinea Dei
Pada 14 Februari 2011, Greg memulai gerakan sosial bernama Program Peduli Gereja Katolik melalui platform media sosial Facebook. Tujuannya adalah menggalang dana untuk membantu pembangunan dan renovasi gereja di daerah pelosok Indonesia yang minim sumber daya. Awalnya, banyak orang meragukan ide ini dan bahkan mengkritiknya, namun Greg tetap konsisten dan terus menggerakkan solidaritas melalui cerita pengalaman nyata di lapangan.
Dalam prosesnya, upaya ini berkembang hingga membantu membangun dan merenovasi lebih dari 161 gereja di berbagai keuskupan Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Selain itu, gerakan ini juga mendukung pendidikan sekitar 40 anak melalui beasiswa.
Pada tahun 2017, Greg bersama rekan-rekan mendirikan Yayasan Vinea Dei (yang berarti “Kebun Anggur Tuhan”) sebagai landasan organisasi untuk menjalankan pelayanan ini secara lebih sistematis dan profesional. Yayasan ini tidak hanya fokus pada pembangunan gereja, tetapi juga memperhatikan pendidikan dan kebutuhan sosial umat di berbagai daerah.
Nilai Iman dan Motivasi Pelayanan
Menurut Greg, karya pelayanan ini bukanlah sebatas ide atau ambisi pribadi, melainkan sebuah panggilan yang ia rasakan sebagai dorongan Roh Kudus dalam hidupnya. Ia terinspirasi oleh bacaan Kitab Suci tentang panggilan untuk berbagi dan mewujudkan kasih bagi sesama. Ia melihat bahwa pelayanan bukan hanya oleh orang besar atau berpengalaman, tetapi dapat dilakukan setiap orang dengan sungguh-sungguh, tidak peduli usia atau latar belakangnya.
Dalam banyak kesaksiannya, Greg menyatakan bahwa semangat solidaritas, berbagi, dan membantu sesama adalah manifestasi konkret dari iman Katolik yang hidup. Ia percaya bahwa kontribusi kecil pun bisa membawa perubahan besar bagi umat yang membutuhkan.
Penghargaan dan Pengakuan Nasional
Pengabdian dan karya Greg mendapatkan pengakuan publik ketika ia dinominasikan sebagai salah satu penerima penghargaan Kick Andy Heroes 2022, sebuah penghargaan yang diberikan oleh acara televisi Kick Andy Show sebagai penghormatan bagi mereka yang memberikan inspirasi dan dampak bagi masyarakat luas. Ia dipilih sebagai tokoh yang dianggap sebagai “pahlawan” karena dedikasinya dalam membangun gereja serta menumbuhkan solidaritas di kalangan umat Katolik dan masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Greg menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diterimanya serta menyatakan bahwa proses pelayanan ini telah mengajarkannya banyak pelajaran tentang cinta, komitmen, dan kerja sama.
Warisan dan Inspirasi
Albertus Gregory Tan menjadi contoh yang kuat bahwa orang muda dapat menjadi agen perubahan dan berkontribusi nyata dalam pembangunan Gereja dan masyarakat. Melalui gerakan sosialnya, ia menunjukkan bahwa yang dibutuhkan bukan semata sumber daya besar, melainkan ketulusan hati, konsistensi dalam tindakan, dan semangat berbagi. Seluruh karyanya tidak hanya membangun bangunan fisik, tetapi juga membangun semangat persaudaraan, solidaritas, dan cinta kasih yang sejati di tengah komunitas umat Katolik Indonesia — sebuah warisan inspiratif yang layak dicontoh oleh generasi muda masa kini.*
Disarikan dari berbagai sumber
